Jumat, 20 Mei 2016

1/3 Malam

Wahai malam
Engkau terlelap dalam buaian sejuta bintang
Ditemani sinar redup rembulan
Diselimuti goresan-goresan awan malam

Malam ini semilir angin menyapaku
Dalam lelap yang membuatku terbangun
Menikmati titisan air wudu dimuka ini
Menggigilku di pakaian terbaik sepanjang masa
Kemudian tiba-tiba sejuk saja
Hati tenang dalam lantunan doa
Air mata menetes dalam sebuah kenyaman yang tiada tara

Oh tuhan ku
Engkau maha segalanya
Yang memberiku kebahagiaan
Yang mengajarkanku segala bentuk kesederhanaan
Entah apa yang akan ku lalui hari ini
Entah serumit atau semudah apa aku melalui garis takdirku hari ini
Yang aku tahu semua skenariomu adalah yang terbaik
Segala alur dan bentuk cerita adalah yang paling rasional
Dan tak ada satupun yang sia-sia

Sembah sujudku dimalam ini
Dimalam yang engkau izinkan aku berdialog dengan mu
Meminta kepada mu dan berserah hanya kepadamu
Laa haula walaa kuwwata illabillah

Rabu, 18 Mei 2016

Kecewa

Malang, 19052016
Cinta itu memberikan kekuatan, juga dapat menghancurkan. Dia sangat cantik dari luar, terlihat manis, dengan duri-duri halus yang mengintari tubunya. Dia adalah bom waktu yang dapat meledak kapan saja.
Banyak kasus kematian diakibatkan oleh serangan jantung, karena masalah perasaan yang tak bisa dia terima, terlalu angkuh atau kadang juga kekecewaan mendalam. Ya begitulah cinta dia berada di tempat strategis yang mampu meledakkan bagian inti dari kehidupan kita.
Maka perbijaklah ketika kita masih merasakan cinta, jangan sampai kita mengecewakan atau memendam cinta. Atau kita akan terbakar hangus olehnya. Karena dia tak mengenal siapa dan dimana. Ya seperti itulah cinta yang diagung-agungkan oleh manusia.
Berhati-hatilah dalam bersikap, berhati-hatilah dengan berucap karena dua hal itu merupakan dua senjata paling tajam untuk menembus jantung dan merobek keutuhan cinta. Wahai orang yang selalu ku banggakan, orang yang kuperjuangkan, untuk saat ini aku ingin mendapatkan kedamaian cinta darimu. Tak bisakah untuk masa ini engkau memahamiku. Tak bisakah untuk saat ini aku tak kembali pada masa laluku. Aku selalu mengalami masa sulit diakhir studiku, tolong untuk kali ini saja stop untuk melukaiku. Biarkan aku fokus pada apa yang sedang aku jalani yang sedang aku perjuangkan untuk mu.
Kalian pasti tahu, bahwa kalian sumber semangatku, kalian sumber kehancuranku. Tolong jangan kecewakan lagi pengorbananku, untuk kali ini, hanya genggam aku, peluk aku dan doakan aku.

Minggu, 15 Mei 2016

Women Struggle

Aku benci pada diriku yang tak bisa hidup dibawah tekanan, perkataan sang princess of wales lady diana. hal itu juga yang detik ini ku katakan pada diriku. Ya wanita yang haus kebebasan wanita yang tak pernah bisa mengontrol emosi dan egonya.
Dua hari ini aku mengalami pergolakan batin yang luar biasa, dimana aku tak bisa mengotrol mood ku sendiri, bahkan hanya untuk sekedar menyelesaikan pekerjaan yang sangat penting dan dateline selesai hari ini aku tinggalkan dengan mengetik coretan murahan ini dan sesekali menonton video youtobe seakan-akan mencari alasan atau dasar teori entah dari ahli mana bahwa yang kulakukan saat ini adalah yang paling benar.
Aku berfikir keras untuk masa depanku, untuk sekedar coretan gambar yang bahkan tak ada yang memujinya bahkan mengatakannya sebagai suatu yang tak perlu diciptkan. Aku berfikir keras ketika harus memilih antara menjadi atau tidak sama sekali. Pagi ini aku melihat gambarku, gambar gaun yang lumayan glamour dalam benakku yang ku gambar dengan pensil seadanya. Begitu indah begitu membanggakan menurutku, aku bahagia aku bangga pada diriku sendiri, tapi berbeda ketika pagi ini aku mendengar ceramah dari seorang ilmuan muslim, Dr zakir kalau tidak salah dia memberikan ceramah tentang pakaian, pakaian yang seharusnya dipakai seorang muslim sejati, pertama dia mengatakan bahwa pakaian nya tidak boleh menyerupai laki-laki, aku tersenyum karena lolos seleksi, kedua pakaian tidak boleh terlalau mewah artinya tidak banyak bahan dengan manik-manik dan tidak berlipat sampai 2 helai aku kecewa bahkan baju ini lebih dari itu, kemudia dia melanjutkan baju tidak boleh sampai terawang atau tembus pandang aku mengangguk dan bergumam tentu saja tidak. Selanjutnya baju tersebut jangan sampai memperlihatkan lekuk tubuh aku pun terdiam karena esensi dari baju ini adalah wanita yang akan anggun dengan segala perhiasannya. Dan sekarang ditentang oleh seorang ilmuan ternama.
2 hari yang lalu aku memikirkan untuk mulai menfokuskan diriku pada passion ku saja. Aku mulai bersemangat aku pun mulai membayangkan dan mulai merancang apa saja yang harus aku siapkan dari sekarang dan bagaimana aku akan menjalaninya sampai kepada output dan resikonya. Aku mempertimbangkan dengan matang. Ya aku akan jadi desaigner, setelah lulus kuliah aku akan mengambil kursus sembari mengajar itu keputusan terbaik menurut ku. Aku akan menjadi wanita super sibuk dengan kegiatan positif itu. Aku akan meeting dengan orang-orang ternama dan akan menghasilkan uang banyak aku juga akan dikenal sebagai guru yang kreatif tentunya akan membanggakan keluarga. Namun pikiranku berhenti sejenak ketika aku melihat sebuah undangan pernikahan. Bukan karena aku ingin menikah, atau takut tak segera mendapatkan jodoh, tapi aku lebih hawatir tentang bagaimana aku akan menjalani kehidupan pernikahan nantinya. Akan jadi istri atau ibu seperti apa aku dikeluargaku nanti. Pertanyaan semacam itu muncul dan membuatku mencari-cari hakikat hidup, hakikat kebebasan dan hakikat perempuan. Yang mana harus aku pilih menjadi fatimah yang sebagai ibu dan istri yang berjuang untuk keluarganya atau menjadi fatimah dengan impiannya.


Women Struggle

Aku benci pada diriku yang tak bisa hidup dibawah tekanan, perkataan sang princess in walls lady diana. hal itu juga yang detik ini ku katakan pada diriku. Ya wanita yang haus kebebasan wanita yang tak pernah bisa mengontrol emosi dan egonya.
Dua hari ini aku mengalami pergolakan batin yang luar biasa, dimana aku tak bisa mengotrol mood ku sendiri, bahkan hanya untuk sekedar menyelesaikan pekerjaan yang sangat penting dan dateline selesai hari ini aku tinggalkan dengan mengetik coretan murahan ini dan sesekali menonton video youtobe seakan-akan mencari alasan atau dasar teori entah dari ahli mana bahwa yang kulakukan saat ini adalah yang paling benar.
Aku berfikir keras untuk masa depanku, untuk sekedar coretan gambar yang bahkan tak ada yang memujinya bahkan mengatakannya sebagai suatu yang tak perlu diciptkan. Aku berfikir keras ketika harus memilih antara menjadi atau tidak sama sekali. Pagi ini aku melihat gambarku, gambar gaun yang lumayan glamour dalam benakku yang ku gambar dengan pensil seadanya. Begitu indah begitu membanggakan menurutku, aku bahagia aku bangga pada diriku sendiri, tapi berbeda ketika pagi ini aku mendengar ceramah dari seorang ilmuan muslim, Dr zakir kalau tidak salah dia memberikan ceramah tentang pakaian, pakaian yang seharusnya dipakai seorang muslim sejati, pertama dia mengatakan bahwa pakaian nya tidak boleh menyerupai laki-laki, aku tersenyum karena lolos seleksi, kedua pakaian tidak boleh terlalau mewah artinya tidak banyak bahan dengan manik-manik dan tidak berlipat sampai 2 helai aku kecewa bahkan baju ini lebih dari itu, kemudia dia melanjutkan baju tidak boleh sampai terawang atau tembus pandang aku mengangguk dan bergumam tentu saja tidak. Selanjutnya baju tersebut jangan sampai memperlihatkan lekuk tubuh aku pun terdiam karena esensi dari baju ini adalah wanita yang akan anggun dengan segala perhiasannya. Dan sekarang ditentang oleh seorang ilmuan ternama.
2 hari yang lalu aku memikirkan untuk mulai menfokuskan diriku pada passion ku saja. Aku mulai bersemangat aku pun mulai membayangkan dan mulai merancang apa saja yang harus aku siapkan dari sekarang dan bagaimana aku akan menjalaninya sampai kepada output dan resikonya. Aku mempertimbangkan dengan matang. Ya aku akan jadi desaigner, setelah lulus kuliah aku akan mengambil kursus sembari mengajar itu keputusan terbaik menurut ku. Aku akan menjadi wanita super sibuk dengan kegiatan positif itu. Aku akan meeting dengan orang-orang ternama dan akan menghasilkan uang banyak aku juga akan dikenal sebagai guru yang kreatif tentunya akan membanggakan keluarga. Namun pikiranku berhenti sejenak ketika aku melihat sebuah undangan pernikahan. Bukan karena aku ingin menikah, atau takut tak segera mendapatkan jodoh, tapi aku lebih hawatir tentang bagaimana aku akan menjalani kehidupan pernikahan nantinya. Akan jadi istri atau ibu seperti apa aku dikeluargaku nanti. Pertanyaan semacam itu muncul dan membuatku mencari-cari hakikat hidup, hakikat kebebasan dan hakikat perempuan. Yang mana harus aku pilih menjadi fatimah yang sebagai ibu dan istri yang berjuang untuk keluarganya atau menjadi fatimah dengan impiannya.


Sabtu, 14 Mei 2016

Moddy

Malang,15052016
Sekarang aku dalam kondisi kurang sehat, terlalu banyak pikiran yang mengganggu. Tanggung jawab yang sudah mulai dipertanyakan itu lebih menyakitkan daripada penyakit tifus yang pernah ku alami. Tanggung jawab yang terkadang hampir membuatku gila.


Bersama tanggung jawab itu semua traumaku muncul seketika, menghujam dan menusuk kepercaya dirianku yang ku bangungun dengan susah payah. Iya, sekarang kau coba runtuhkan lagi secara perlahan, lebih sakit rasanya dari yang dulu. Ketika ku mulai menyadari hari ini bukan aku lagi yang meminta kematianku tapi orang lain, yang kuperjuangkan dalam hidup dan matiku.

Haruskah aku mulai meninggalkanmu, membiarkanmu terseok-seok dalam pekatnya udara malam. Dan aku akan terbang melampaui angkasa menerima kebebasanku, meninggalkan jeruji besi yang selama ini mengurungku.

Ketika kau tak mampu memberiku kebahagiaan, mengapa kau mendorongku pada lembah penderitaan??

Selasa, 26 April 2016

Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya




A: Ayah siapakah aku?
B: Kamu putri kecilkuA: Ayah bagaimana jika aku tak bangga jadi putrimu?
B: Tak apa, karena memilikimu saja ayah sudah bangga
A: Kenapa ayah bisa bangga?
B: Entahlah, mungkin karena kamu seorang putriA: Oh ya? Apa mungkin aku diadopsi
B: Tentu saja tidakA: Tapi kau menyebutku putri
B: iya putri dikerajaan kecilku
A: Apakah rumah ini sebuah istana? Apakah ayah seorang raja?
B: oh tidak bukan begitu putriA: Lalu, kenapa ayah menyebutku putri dan rumah ini kerajaan?
B: Iya. Karena kamu anak perempuan makanya aku menyebutmu putri, kemudian kau selalu aku jadikan seorang paling istimewa setelah ibumu. Rumah ini menjadi istana mu yang kujaga ketat dengan segala aturan dan pedang yang siap menebas bagi siapa saja yang mengusikmu, kau adalah putri yang selalu aku jaga harkat martabat dan kehormatanmu. Suatu saat akan aku sanding engkau hanya dengan lelaki yang akan menjadikanmu ratu diistananya.



Jumat, 21 Agustus 2015

HIDUP ADALAH TENTANG BERSYUKUR

Suara adzan menggema namun hati masih belum saja setenang lafat lafat yang dikumandangkan entah tiba tiba saja ku teringat akan dirimu,,,ku slalu berfikir dirimu tengah bersanda gurau dengan orang lain ingin rasanya ku meneteskan air mata ,,namun qw berfikir untuk ap,, dengan tetesan air mata semua nya tak kan berubah dan bahkan kau takkan menghiraukan dan menolehku walau sedetik,,cintaku bagaikan hembusan angin yang datang sebentar untuk melihat keadaan mu untuk menghilangkan sedikit keringat di tubuhmu lalu pergi dengan kecewa dengan bau tubuh mu yang akan slalu dikenangnya,,meskipun di suatu waktu datang lagi namun kau berkata tak menginginkan nya lagi,,kadang bahkan kau bergumam sialan angin membuat aku kedinginan saja padahal semuanya dilakukan ,hanya ingin mengingatkan mu disaat kau butuhkan nya dulu namun sekarang tak sedikitpun engkau mengingat bahkan bersyukur ,,akhirnya anginpun kecewa karna bahkan pengorbananya pun engkau sesali sesekali ia meneteskan air mata menjadi sebuah tetesan air yang kau anggap hujan laulu semakin deras ia menangis dan kau anggap ini badai,,,kau memang tak pernah mengerti nasip orang lain kau begitu sombong dan membuat angin marah bahkan bumipun yang melihat sahabatnya tersia –sia dan harus teronta ronta ikut bangun dari tidur lelapnya dan dan mencoba menyadarkan mu dengan gerakan tubuhnya,,,tapi kau anggap itu musibah,,kini seisi bumi tak dapat menyadarkan kesombongan mu lalu anginpun meminta hujan untuk menyapaikan nya pada sahabatnya di ujung peristirahan sana..bulan bahkan matahari dan bintangn pun ikut berlari dan menghilang mencoba memberi pengertian bahwa semua orang butuh perjuangan dan kasih sayang namun kau anggap itu adalan petaka begitu kejam dirimu WAHAI MANUSIA!!!!!