HIDUP ADALAH TENTANG BERSYUKUR
Suara adzan
menggema namun hati masih belum saja setenang lafat lafat yang dikumandangkan
entah tiba tiba saja ku teringat akan dirimu,,,ku slalu berfikir dirimu tengah
bersanda gurau dengan orang lain ingin rasanya ku meneteskan air mata ,,namun
qw berfikir untuk ap,, dengan tetesan air mata semua nya tak kan berubah dan
bahkan kau takkan menghiraukan dan menolehku walau sedetik,,cintaku bagaikan
hembusan angin yang datang sebentar untuk melihat keadaan mu untuk
menghilangkan sedikit keringat di tubuhmu lalu pergi dengan kecewa dengan bau
tubuh mu yang akan slalu dikenangnya,,meskipun di suatu waktu datang lagi namun
kau berkata tak menginginkan nya lagi,,kadang bahkan kau bergumam sialan angin
membuat aku kedinginan saja padahal semuanya dilakukan ,hanya ingin
mengingatkan mu disaat kau butuhkan nya dulu namun sekarang tak sedikitpun
engkau mengingat bahkan bersyukur ,,akhirnya anginpun kecewa karna bahkan
pengorbananya pun engkau sesali sesekali ia meneteskan air mata menjadi sebuah
tetesan air yang kau anggap hujan laulu semakin deras ia menangis dan kau
anggap ini badai,,,kau memang tak pernah mengerti nasip orang lain kau begitu
sombong dan membuat angin marah bahkan bumipun yang melihat sahabatnya tersia
–sia dan harus teronta ronta ikut bangun dari tidur lelapnya dan dan mencoba
menyadarkan mu dengan gerakan tubuhnya,,,tapi kau anggap
itu musibah,,kini seisi bumi tak dapat menyadarkan kesombongan mu lalu anginpun
meminta hujan untuk menyapaikan nya pada sahabatnya di ujung peristirahan
sana..bulan bahkan matahari dan bintangn pun ikut berlari dan menghilang
mencoba memberi pengertian bahwa semua orang butuh perjuangan dan kasih sayang
namun kau anggap itu adalan petaka begitu kejam dirimu WAHAI MANUSIA!!!!!
