Jumat, 21 Agustus 2015

HIDUP ADALAH TENTANG BERSYUKUR

Suara adzan menggema namun hati masih belum saja setenang lafat lafat yang dikumandangkan entah tiba tiba saja ku teringat akan dirimu,,,ku slalu berfikir dirimu tengah bersanda gurau dengan orang lain ingin rasanya ku meneteskan air mata ,,namun qw berfikir untuk ap,, dengan tetesan air mata semua nya tak kan berubah dan bahkan kau takkan menghiraukan dan menolehku walau sedetik,,cintaku bagaikan hembusan angin yang datang sebentar untuk melihat keadaan mu untuk menghilangkan sedikit keringat di tubuhmu lalu pergi dengan kecewa dengan bau tubuh mu yang akan slalu dikenangnya,,meskipun di suatu waktu datang lagi namun kau berkata tak menginginkan nya lagi,,kadang bahkan kau bergumam sialan angin membuat aku kedinginan saja padahal semuanya dilakukan ,hanya ingin mengingatkan mu disaat kau butuhkan nya dulu namun sekarang tak sedikitpun engkau mengingat bahkan bersyukur ,,akhirnya anginpun kecewa karna bahkan pengorbananya pun engkau sesali sesekali ia meneteskan air mata menjadi sebuah tetesan air yang kau anggap hujan laulu semakin deras ia menangis dan kau anggap ini badai,,,kau memang tak pernah mengerti nasip orang lain kau begitu sombong dan membuat angin marah bahkan bumipun yang melihat sahabatnya tersia –sia dan harus teronta ronta ikut bangun dari tidur lelapnya dan dan mencoba menyadarkan mu dengan gerakan tubuhnya,,,tapi kau anggap itu musibah,,kini seisi bumi tak dapat menyadarkan kesombongan mu lalu anginpun meminta hujan untuk menyapaikan nya pada sahabatnya di ujung peristirahan sana..bulan bahkan matahari dan bintangn pun ikut berlari dan menghilang mencoba memberi pengertian bahwa semua orang butuh perjuangan dan kasih sayang namun kau anggap itu adalan petaka begitu kejam dirimu WAHAI MANUSIA!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar