Selasa, 17 Maret 2015

MEREKA YANG TERSAKITI



Tak banyak yang ku tahu tentang kamu..
Karena aku menyayangimu dengan segala keyakinanku, tidak dengan mengorek kehidupan pribadimu.
Karena yang ku butuhkan hanya kasih sayang
Karena yang kubutuhkan hanya kepercayaan, dan setia
Namun aku terlalu percaya kepadamu,
Hanya dengan sedikit kebaikanmu ku relakan kasih sayang tulus dariku kau permmainkan begitu saja.
Tak ku sangka, kejammu mengalahkan seorang musuh
Kau umbar rahasiaku, kau mencaciku dan mulai menertawakanku
Sungguh wanita jahat.
Dulu pernah ku dengar dari mulut temanku:
“aku selalu ada untukmu teman”
“kalau kamu sedih aku juga ikut sedih”
“kalau kamu sakit aku juga ikut sakit”
Semua itu bulsit….
Dari sekian banyak kata-kata darimu tak ada lagi yang dapat ku percaya
Teman,,
Aku baik, bukan untuk dimanfaatkan
Jadi pahami aku jika sekarang aku mulai menjauh darimu
Sungguh, bukan kau selalu ada untukku yang aku minta, karena itu terlalu egois
Bukan ikut bersedih dan sakit yang aku inginkan
Tapi tak bisakah kau menjaga kepercayaan dan menghargai ketulusanku?
Entahlah, tak banyak yang bisa ku deskripsikan tentangmu
Kini yang ku bisa hanya tersenyum melihat tingkah lakumu yang seperti manusia tak berdosa
Kau tersenyum dan mencoba memujiku bahkan dengan jelas ketika ku tau kelakuanmu dibelakangku.
Tapi, aku juga tak kan bisa membencimu seterusnya, karena kau tetap menjadi orang yang pernah baik padaku meskipun aku tak tau kebaikan itu tulus atau tidak?
tapi hatiku berkata suatu saat semuanya akan berubah, pasti aka ada waktu dimana kau sadar dengan perilaku burukmu.
Aku tetap mendoakan kebaikan padamu teman.



Senin, 16 Maret 2015

Kehidupan adalah candu





Sudah aku mengerti hidup itu tak mudah di lalui 
Sudah ku sadar hidup itu penuh perjuangan 
Perjuangan yang tak  setengah-setengah, karena 
semua manusia menginginkan kehidupan 
Bayangkan saja berapa nyawa yang hilang dalam 
sehari 
Berapa nyawa yang berjuang untuk melawan maut 
Berapa nyawa yang bertaruh harta demi hidup 
Bahkan yang bertaruh nyawa demi yang harus hidup 
Namun jika dibandingakan dengan kematian? 
Tak ada yang menginginkan kematian 
Kematian selalu ditafsirkan sebagai kesedihan 
Tidak ada manusia yang berjuang untuk segera menjemput ajal 
Bahkan yang ingin mati sekalipun merasa ketakutan 
Hingga mereka harus mengkonsumsi sesuatu yang membuatnya tak sadar atau 
loncat dari gedung yang tinggi agar tak mengalami kesakitan
Kenapa bias seperti  ini?
Mungkin jawabannya singkat saja. “Kehidupan adalah candu” 
Manusia diciptakan untuk hidup, mulai dari rahim, dunia, dan diakhirat  kelak. 
Meskipun dalam dimensi yang berbeda namun hakikatnya tetap sama yaitu  kehidupan.
Yah candu, bagi siapa saja yang pernah mengalami hidup, dia akan terus dan 
terus ingin mengalaminya. 
Bahkan dengan iming-iming kehidupan yang lebih baik setelah kematian 
manusia tetap merasa takut untuk sekedar pindah alam, mungkin sama seperti 
bayi yang menangis ketika ia terlahir ke dunia, ia merasa alam rahim jauh lebih 
baik dari dunia dimana ia dilahirkan . 
Oh tuhanku.. 
Ketika hanya dosa yang kuperoleh di dunia ini, sungguh tidak adil. 
Karena bagiku setiap dunia yang kau perlihatkan padaku adalah anugrah yang 
harus ku syukuri dan menambah imanku padamu 
Sujud hamba dalam setiap sujud dimalam-malamku 
Doa hamba yang selalu kepadamu 
Jangan biarkan kehidupan membelenggu imanku, dan mengahadang jalanku 
untuk selalu lurus menuju padamu ya ilahi Rabb. 
Jangan biarkan kematian menjadi sesuatu yang hamba takuti 
Jangan biarkan kematian membawa hamba pada penyesalan 
Jangan biarkan kematian membawa pada siksaan dosa-dosa hamba 
Karena sesungguhnya hamba tak kan mampu menghadap siksaan dan akan sangat hina saat menerima murkamu ya ilahi 
Ya tuhanku 
Jadikan hidupku sebagai berkah untukku 
Jadikan hidupku untuk bersyukur kepadamu 
Jadikan hidupku untuk selalu bersujud kepadamu 
Dan ketika hari kematian ku tiba, jadikan aku sebagai ciptaan yang paling bahagia disaat itu, karena  telah kau panggil untuk berada di sisimu 
Jadikan kematianku adalah bahagiaku, dan sekaligus keridhoanmu. 
Dan terimalah aku sebagai hamba yang kau ampuni dosanya, 
kau terima ibadahnya dan Kau perkenankan bertemu dengan Engkau dan 
Rasulmu seketika itu, tepat dihari kematianku. 
Jadikanlah surga firdaus tempat ku 
menyembahmu di waktu selanjutnya.
Dan kumpulkan aku bersama 
wanita-wanita sholihah yang senantiasa takwa kepada-MU ya ILAHI.